2.25.2008

Presisi & Akurasi Pengkajian Status Gizi

CARA PENGUKURAN ( WHO )

PENIMBANGAN BERAT BADAN

1. Letakkan timbangan digital ( Seca Scala) pada permukaan yang rata dan keras.
2. Cek timbangan, periksa apakah timbangan masih berfungsi dengan baik.
3. Pengukur meminta klien membuka jaket,sepatu/alas kaki, atau barang yang memberatkan.
4. Nyalakan ‘connector’ dan tunggu sampai angka menunjukkan Nol
5. Persilahkan klien naik ke atas timbangan tepat ditengah tempat pijakan.
6. Baca hasil,lalu catat.
7. Untuk menimbang bayi, setelah hasil timbangan ibu dicatat, kemudian normalkan timbangan seca sampai angka nol dan keluar tanda/gambar bayi.
8. Berikan bayi pada ibu kemudian baca hasil timbangan.
9. Catat hasil timbangan bayi.

Titik Kritis :
 Lepaskan sepatu dan benda yang bias memberatkan
 Posisi badan tegak
 Catat hasil timbangan dengan menggunakan alat yang ketelitiannya 0.1 kg.
 Untuk menimbang bb bayi,normalkan kembali setelah ibu di timbang.


PENGUKURAN PANJANG BADAN

  1. Siapkan alat pengukuran panjang badan,letakkan alat pada permukaan yang datar,lalu rangkai alat dengan benar.
  2. Tarik papan penggeser sampai menempel rapat ke dinding tempat menempelnya kepala.
  3. Beri alas pada papan tempat anak di baringkan.
  4. Lepas semua asesoris yang menempel di rambut agar tidak mengganggu pengukuran,
  5. Tidurkan bayi/ anak pada alat dengan posisi kepala menempel pada dinding papan atas.
  6. Tangan kiri pengukur memegang bagian lutut, tangan kanan memegang telapak kaki sampai berdiri, lalu geser alat sampai menekan telapak kaki bayi/anak.
  7. Asisten memegang bagian kepala anak agar menempel dinding bagian atas alat.
  8. Pandangan anak lurus, jika anak rewel minta bantuan kepada orang tua untuk mengajak bicara, sehingga pandangan lurus, antara mata dengan telinga membentuk 90 derajat.
  9. tekan lutut dan telapak kaki harus lurus, apabila telapak kaki anak tidak tegak, maka usap telapak kaki hingga kembali lurus.
  10. geser alat sampai menekan telapak kaki bayi/anak.
  11. baca hasil ukur dalam akurasi 1 m, dan catat

Titik Kritis :
  • Tenangkan bayi/anak.
  • Luruskan seluruh bagian tubuh dan lutut.
  • Posisi telapak kaki harus lurus/berdiri.
  • Catat PB ( cm ) dengan ketelitian 1mm.

PENGUKURAN TINGGI BADAN

  1. Siapkan alat pengukur tinggi badan, letakkan pada tempat yang rata.
  2. Klien diminta melepaskan sepatu/alas kaki, dan aksesoris pada rambut yang akan mengganggu pengukuran.
  3. Persilahkan klien untuk niak ke papan alas dan menempel membelakangi dinding.
  4. Aturlah telapak kaki klien agar menapak sempurna pada papan alas, dan kepala, bahu, pantat, betis serta tumit harus menempel pada dinding yang rata.
  5. Tangan kanan asisten memegang tumit serta tangan kiri menekan bagian perut ( bagi anak-anak ) dan suruh menarik nafas (orang dewasa )
  6. Pandangan klien harus tegak lurus.
  7. Ukur, dan catat hasil pengukuran dengan ketelitian alat 1 mm.

Titik Kritis :
 Buka alas kaki dan asesoris di kepala/rambut
 Berdiri sejajar ( tegak lurus ) dengan dinding pengukur.
 Perhatikan posisi kepala, pandangan harus lurus ke depan.
 Dewasa : dengan menarik nafas
Anak-anak : tekan pada bagian perut
 Catat hasil dengan ketelitian 1 mm.

LINGKAR KEPALA

1. Lingkarkan pita lingkar kepala pada kepala kepala anak
2. cek posisi pita
3. baca hasilnya, dan catat

Titik Kritis :
 lingkarkan pita lingkar kepala dengan tepat di kening.
 Cek posisi pita jangan sampai longgar
 Posisi pita ukur harus tepat pada bagian kepala yang paling menonjol
 Catat hasilnya dengan ketelitian 1 mm

LINGKAR LENGAN ATAS ( ANAK DAN DEWASA )

  1. Tetapkan posisi tengah pada lengan bagian atas.
  2. Lengan sebelah kiri di tekuk membentuk sudut 90 derajat
  3. Cari tulang bahu paling ujung lalu beri tanda.
  4. Ukur dari tulang bahu yang telah diberi tanda sampai siku, kemudian cari posisi tengahnya, lalu beri tanda.( dilihat dan di ukur dari posisi belakang lengan)
  5. Lalu ukur menggunakan pita lila, catat hasilnya.

LINGKAR LENGAN ATAS ( BAYI )

1. Tangan kiri anak harus dalam keadaan rileks atau santai
2. Cari titik tengahnya, dan beri tanda
3. Ukur posisi lengan dengan pita lila tanpa menekan jaringan kulit.
4. Catat hasilnya dengan ketelitian 1 mm

Titik Kritis:
 Menentukan tulang bahu sampai siku
 Menentukan titik tengah yang akan diukur
 Posisi pita tidak boleh menekan atau terlalu longgar pada pengukuran
 Ketelitian alat 1 mm

SKIN FOLDS
Triceps

  1. Pastikan ukuran pada posisi 0 ( nol )
  2. ukur dari tulang bahu yang telah diberi tanda sampai siku, kemudian cari posisi tengahnya, lalu beri tanda.( dilihat dan di ukur dari posisi belakang lengan)
  3. cubit menggunakan caliper, lalu tunggu 2 detik.
  4. Pastikan pada saat mengukur tebal lemak. Posisi mencubit 1 cm diatas bagian tubuh yang sudah ditandai ( pada lengan bagian belakang )
  5. catat hasil ukuran triceps dengan ketelitian 0.2 mm

Titik Kritis :
 Pastikan calliper pada posisi 0 (nol)
 Pada saat mengukur tebal lemak posisi mencubit 1 cm diatas bagian yang sudah ditandai.
 Pada saat mengukur tangan kanan yang menggunakan calliper
 Setelah mencubit dengan alat tunggu selama 2 detik
 Ketelitian alat yang digunakan 0.2 mm

Subscapular position
1. cari bagian bawah tulang punggung, lalu beri tanda.
2. cubit 1 cm diatas yang sudah diberi tanda
3. diamkan selama 2 detik, dan catat hasilnya dengan ketelitian alat 0.2 mm

Titik Kritis :
 Pastikan calliper pada posisi 0 (nol)
 Pada saat mengukur tebal lemak posisi mencubit 1 cm diatas bagian yang sudah ditandai.
 Pada saat mengukur tangan kanan yang menggunakan calliper
 Setelah mencubit dengan alat tunggu selama 2 detik
 Ketelitian alat yang digunakan 0.2 mm

CARA PENGUKURAN ( DEPKES)

TINGGI LUTUT

Posisi tidur
1. Pasien terlentang pada tempat tidur (usahakan posisi tempat tidur/kasur rata/horizontal)
2. Tempatkan alat penyangga diantara lipatan paha dan betis kaki kiri membentuk siku (900)
3. Beri bantuan dengan bantal pada bagian pantat pasien jika alat penyangga terlalu tinggi.
4. Telapak kaki pasien membentuk siku (sudut 900)
5. Pasang alat pengukur tepat pada telapak kaki bagian tumit dan lutut
6. baca angka (panjang lutut) pada alat secara seksama
7. Catat angka hasil pengukuran
8. lakukan pengukuran sebanyak 3 kali

Titik Kritis :
 Bila subjek pendek maka pada posisi pantat diberi bantalan sehingga meyesuaikan dengan alat
 Alas tidur harus datar

Posisi Duduk
1. Orang yang diukur duduk pada kursi
2. Posisi duduk sempurna (badan tegak, tangan bebas kebawah dan wajah menghadap kedepan)
3. Lutut kaki yang diukur membentuk sudut siku (900)
4. Tempatkan alat pengukur tinggi lutut pada kaki sebelah kiri
5. Lakukan pengukuran
6. Baca angka (panjang lutut) pada alat secara seksama
7. Catat angka hasil pengukuran
8. lakukan pengukuran sebanyak 3 kali

Titik Kritis :
  • posisi subjek harus tegak
  • pada saat melakukan pengukuran, pijakan kaki disesuaikan dengan kaki subjek setelah diberi alat bantu.
  • Pada saat menekuk kaki subjek membentuk sudut 90 derajat

PANJANG RENTANG TANGAN

  1. Subjek berdiri tegak lurus membelakangi dinding
  2. Untuk menjaga agar posisi subjek simetris, temapatkan alat bantu berupa pita yang menempel di dinding setinggi bahu subjek
  3. rentangkan kedua tangan subjek
  4. tempatkan pengukur panjang depa hingga tepat dari ujung jari tengah kedua tangan.
  5. ukur panjang depa subjek
  6. lakukan pengukuran sebanyak 3 kali
Titik Kritis :
  • Subjek berdiri tegak
  • Menggunakan alat bantu sehingga ketika subjek merentangkan tangan bisa dalam keadaan lurus
  • Pada saat pengukuran, alat ukur menyentuh kedua ujung jari tengah
  • Panjang alat yang digunakan 200 cm


SKIN FOLDS

Biceps
1. subjek berdiri tegak
2. tangan kiri ditekuk sampai posisi siku-siku
3. ukur panjang lengan atas dari posisi akromium sampai tulang siku bagian bawah dan
4. beri tanda pada posisi pertengahan antara kedua tulang tersebut
5. cubit dengan arah vertikal pada lengan atas sebelah depan
6. pastikan cubitan terasa tapi tidak sakit
7. pasang calliper, baca hasil pengukurannya
8. lakukan pengukuran sebanyak 3 kali

Titik Kritis :
 Pada saat menentukan titik tengah biceps yang akan diukur
 Pada saat mencubit untuk mencari lemak lengan bagian depan

Triceps

1. Subjek berdiri tegak
2. Tangan kiri ditekuk sampai posisi siku-siku
3. Ukur panjang lengan atas dari posisi akromium sampai tulang siku bagian bawah
4. Beri tanda pada posisi pertengahan antara kedua tulang tersebut
5. Cubit dengan arah vertikal pada lengan atas sebelah depan
6. Pastikan cubitan terasa tapi tidak sakit
7. Pasang calliper, baca hasil pengukurannya
8. Lakukan pengukuran sebanyak 3 kali

Titik kritis :
 Pada saat menentukan titik tengah triceps yang akan diukur
 Pada saat mencubit untuk mencari lemak lengan bagian belakang

Subskapular

  1. Subjek berdiri tegak
  2. Tangan kanan dilipat ke belakang
  3. Cubit dengan formasi miring bentuk sudut 45 derajat pada sepanjang garis klipart tepat dibawah skalpula dengan posisi 1 cm dibawah jari tangan pengukur yang mencubit
  4. Pasang calliper
  5. Baca hasil dengan ketelitian 1 mm kemudian
  6. Ulangi pengukuran sebanyak 3 kali.

Titik Kritis :
 Pada saat melakukan pengukuran, sebaiknya 1 cm di atas bagian yang sudah ditandai
 Ketelitian alat yang digunakan 1 mm

Suprailiaka

  1. Subjek berdiri tegak
  2. Cubit dengan formasi miring bentuk sudut 45 derajat ke arah belakang garis klipaksilaris dan keatas iliak dengan ukuran 1 cm dibawah jari tangan
  3. Pasang calliper
  4. Baca hasil dengan ketelitian 1 mm kemudian
  5. 5. Ulangi pengukuran sebanyak 3 kali.

Titik Kritis :
 Pada saat melakukan pengukuran, sebaiknya 1 cm di atas bagian yang sudah ditandai
 Ketelitian alat yang digunakan 1 mm

LILA

1. Subjek berdiri tegak
2. Tangan kiri ditekuk sampai posisi siku
3. Ukur panjang lengan atas di akromium sampai pada tulang siku bagian bawah
4. Beri tanda pada posisi tengah
5. Ukur posisi tengah dengan menggunakan pita lila
6. Baca hasil pengukuran
7. Lakukan pengukuran selama 3 kali

Titik Kritis:
 Menentukan tulang bahu sampai siku
 Menentukan titik tengah yang akan diukur
 Posisi pita tidak boleh menekan atau terlalu longgar pada pengukuran
 Ketelitian alat 1 mm


Presisi dan Akurasi

Pengukuran WHO lebih memenuhi presisi dan akurasi dibandingkan dengan beberapa pengukuran Depkes karena dilakukan pengukuran beberapa kali oleh orang yang berbeda. Selain itu alat yang digunakan selalu di terra lagi keakuratan alatnya sehingga kesalahan dalam pengukuran dapat diminimalisasikan.
Pengukuran yang biasa dilaksanakan yaitu gabungan antara pengukuran WHO dan Depkes diantaranya BB menggunakan timbangan digital, Tinggi badan menggunakan microthoise, lila menggunakan pita lila dengan cara pengukuran Depkes.


0 komentar: